Anker Luncurkan Chip THUS: Revolusi Compute-in-Memory untuk AI di Perangkat Kecil
Anker, perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pembuat aksesori mobile dan audio, baru-baru ini mengumumkan langkah berani yang mengejutkan industri teknologi. Mereka memperkenalkan THUS, sebuah chip AI buatan sendiri yang menggunakan arsitektur compute-in-memory (CIM) dan diklaim sebagai yang pertama di dunia untuk audio dengan neural network. Pengumuman ini datang pada 22 April 2026 dan menandai ekspansi Anker dari sekadar perangkat keras konsumen menuju perusahaan yang menguasai teknologi inti silicon.
Steven Yang, CEO Anker, menjelaskan filosofi di balik THUS dengan cara yang sangat visual. "Setiap chip AI yang dibangun sampai saat ini menyimpan model di satu sisi dan melakukan komputasi di sisi lain," ujarnya. "Untuk berpikir, perangkat harus memindahkan semua parameter itu bolak-balik, berkali-kali per detik, setiap kali inference. THUS meletakkan komputasi di tempat model sudah berada. Model tidak perlu bergerak lagi."
Mengapa Compute-in-Memory Berbeda dari Arsitektur Tradisional
Selama hampir 80 tahun, chip komputer mengikuti arsitektur von Neumann yang dirancang pada 1945. Arsitektur ini memisahkan secara fisik antara memori dan prosesor, di mana CPU mengambil instruksi dari memori, memprosesnya, lalu mengembalikan hasilnya. Pendekatan ini efisien untuk pemrosesan sekuensial, tetapi menjadi boros energi ketika menangani neural network yang membutuhkan akses simultan ke jutaan parameter.
Dalam perangkat wearable seperti earbud, keterbatasan ini menjadi masalah kritis. Earbud beroperasi dengan baterai kecil, ruang komponen yang terbatas, dan harus menyalakan noise cancellation secara terus-menerus. Chip tradisional memaksa data untuk bergerak antara memori dan prosesor, menghabiskan lebih dari 90 persen energi hanya untuk transportasi data, bukan untuk komputasi aktual.
THUS menyelesaikan masalah ini dengan mengintegrasikan komputasi langsung ke dalam sel memori NOR flash. Pendekatan ini, yang terinspirasi dari cara kerja otak manusia di mana penyimpanan dan pemrosesan informasi terjadi di lokasi yang sama, memungkinkan model AI dengan jutaan parameter berjalan pada perangkat yang sebelumnya hanya mampu menangani ratusan ribu parameter. Menurut Notebookcheck, chip ini memberikan 150 kali lebih banyak daya AI dibandingkan solusi sebelumnya.
Kemampuan Audio yang Ditingkatkan oleh Neural Network Besar
Anker secara strategis memilih earbud sebagai platform pertama untuk THUS, meskipun ini adalah lingkungan yang paling menantang untuk chip AI. Keputusan ini menunjukkan kepercayaan perusahaan pada kemampuan teknologinya. Jika THUS bisa berhasil di earbud, perangkat lain seperti smartwatch, speaker, dan perangkat IoT akan menjadi relatif lebih mudah.
Fitur pertama yang diumumkan adalah Clear Calls, yang menggunakan neural network besar yang berjalan sepenuhnya di perangkat, didukung oleh delapan mikrofon MEMS dan dua sensor konduksi tulang. Kombinasi ini memungkinkan penghilangan noise yang jauh lebih canggih daripada solusi tradisional, yang sering kali kesulitan memisahkan suara pengguna dari lingkungan yang bising.
Selain Clear Calls, Anker juga mengumumkan dua fitur lain bernama Signature Sound dan Voice Control, meskipun detail teknisnya masih dirahasiakan dan akan diungkapkan pada acara Anker Day tanggal 21 Mei 2026. Berdasarkan bocoran yang beredar, earbud pertama dengan chip THUS kemungkinan adalah Soundcore Liberty 5 Pro Max dan Liberty 5 Pro dengan harga masing-masing 229,99 dolar AS dan 169,99 dolar AS.
Implikasi untuk Industri Wearable dan IoT
Keberhasilan THUS bisa membuka pintu bagi gelombang inovasi di perangkat kecil yang selama ini terbatas oleh kendala daya. Bayangkan smartwatch yang benar-benar bisa memahami konteks percakapan, sensor kesehatan yang memproses data secara real-time tanpa mengirimnya ke cloud, atau perangkat rumah pintar yang merespons dengan nuansa bahasa alami.
Anker telah menyatakan bahwa mereka tidak berencana menjadi perusahaan chip secara umum. Fokus mereka adalah menggunakan THUS untuk meningkatkan produk sendiri. Namun, jika teknologi CIM ini terbukti sukses secara komersial, tidak mustahil perusahaan teknologi besar seperti Apple atau Samsung akan mempertimbangkan arsitektur serupa untuk smartphone flagship masa depan.
THUS diproduksi di Jerman sebagai bagian dari jaringan manufaktur global Anker, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap kualitas dan keandalan. Dengan menggabungkan desain chip inovatif dengan keahlian manufaktur konsumen yang sudah terbukti, Anker berpotensi mengubah ekspektasi pengguna tentang apa yang bisa dilakukan oleh perangkat audio dan wearable.
Tantangan yang Harus Dihadapi
Meskipun janji teknologi THUS terdengar mengesankan, tantangan tetap ada. Chip compute-in-memory sendiri bukan konsep baru dan telah diabaikan oleh sebagian besar desainer chip utama karena kompleksitas dan keterbatasannya. Kecepatan tulis NOR flash yang lebih lambat dari memori tradisional bisa menjadi bottleneck dalam skenario tertentu.
Pesaing tangguh juga sudah ada di pasar earbud premium. Apple AirPods Pro 3 dan Sony WF-1000XM6 menetapkan standar tinggi untuk noise cancellation dan kualitas audio. Anker harus membuktikan bahwa THUS tidak hanya unggul di spesifikasi teknis, tetapi juga memberikan pengalaman pengguna yang nyata dan terukur.
Namun demikian, langkah Anker ini mengirimkan sinyal kuat ke industri. Perusahaan yang selama ini dipandang sebagai pembuat aksesori sekarang berani membuat teknologi inti sendiri. Jika THUS berhasil, ini bisa menjadi contoh bagaimana inovasi arsitektur chip yang cerdas bisa mengatasi keterbatasan fisik, membuka kemungkinan baru untuk AI di edge device.