Dreame, merek yang sebelumnya dikenal sebagai produsen vacuum robot premium, kini mengejutkan dunia teknologi dengan transformasi yang hampir tidak masuk akal. Perusahaan asal Suzhou, China, yang baru berusia satu dekade, tidak lagi puas menguasai lantai rumah tangga — mereka ingin menguasai garasi, kantong, dan bahkan orbit bumi.
Dari Lantai ke Jalanan: Nebula NEXT 01, Hypercar Listrik 1.900 HP
Dreame mengawali debut otomotifnya di CES 2026 dengan Nebula NEXT 01, konsep hypercar listrik yang langsung mencuri perhatian. Kendaraan ini membawa empat motor listrik independen dengan total output 1.399 kW atau setara 1.876 tenaga kuda. Versi performa tertinggi mampu melaju dari 0 hingga 100 km/jam dalam 1,8 detik saja.
Tidak berhenti di situ, pada AWE 2026 di Shanghai bulan Maret lalu, Dreame memperkenalkan Nebula NEXT 01X, SUV konsep pertama di bawah proyek Starry Sky. Kendaraan ini mengusung chip 2nm dengan kemampuan komputasi 2.000 TOPS untuk sistem pengemudi otomatis level L4. Baterai solid-state 60Ah dengan densitas energi 450 Wh/kg menjanjikan jarak tempuh lebih dari 550 km.
Sistem suspensi elektromagnetik EMAD yang dikembangkan Dreame diklaim meningkatkan kecepatan respons hingga 10 kali lipat sambil mengurangi konsumsi energi 50 persen. Seluruh arsitektur chassis menggunakan kontrol 14 derajat kebebasan non-linear dengan sinkronisasi domain penuh dalam 1 milidetik.
Serangan ke Pasar Smartphone: 29 Model Aurora dan Robot Phone
Dreame tidak hanya bermimpi menggantikan mobil di garasi. Di AWE 2026, perusahaan ini memperkenalkan lini smartphone Aurora dengan 29 model berbeda, termasuk varian premium berlapis emas berharga 10.000 dolar AS.
Flagship Aurora NEX LS1 membawa sistem kamera modular triple-camera dengan modul eksternal yang bisa dipasang magnetik, dilengkapi sensor 1 inci dan lensa telefoto optik 115mm asli. Pendekatan ini mirip dengan strategi kamera modular yang pernah dicoba beberapa produsen, namun Dreame membawanya ke tingkat integrasi ekosistem yang lebih dalam.
Menariknya, Dreame juga tengah mengembangkan Robot Phone yang dilengkapi gimbal kamera 4DoF terkecil di industri dengan sensor 200 megapiksel. Perangkat ini mampu mengangguk, menggeleng, bahkan menari mengikuti irama musik.
Tiga Pilar Teknologi yang Menggerakkan Ambisi Besar
Roger Tang, marketing director Dreame Television, menjelaskan fondasi teknologi perusahaan berdiri di atas tiga pilar. Algoritma AI sebagai otak, motor berkecepatan tinggi sebagai jantung, dan lengan robotik sebagai tubuh.
Motor digital berkecepatan tinggi yang dikembangkan pendiri Yu Hao kini telah melampaui 200.000 rpm. Yu sendiri memulai perjalanannya dari Sky Workshop, makerspace aerospace di Universitas Tsinghua yang mendapat sponsor dari Boeing pada 2009. Penelitiannya dalam mekanika fluida komputasional kemudian menjadi fondasi Dreame.
Perusahaan ini juga sedang mengembangkan chip berjenis NXMind untuk menopang seluruh ekosistemnya, serta baterai solid-state yang tidak hanya untuk mobil tetapi juga dirancang untuk drone dan pesawat terbang di masa depan.
Robot Humanoid dan Ekosistem Rumah Pintar
Visi jangka panjang Dreame bahkan lebih ambisius. Michael Meng, presiden divisi vacuum robot, menyatakan tujuan akhir perusahaan adalah menghilangkan pekerjaan rumah tangga manusia sepenuhnya.
Prototipe AI Laundry Care Robot yang dipamerkan di CES mampu mengumpulkan, mencuci, mengeringkan, dan melipat pakaian. Sistem ini menggunakan kamera di lengan robotiknya untuk mengidentifikasi dan menyortir pakaian sebelum memasukkannya ke mesin cuci. Dreame memperkirakan robot ini akan tersedia secara komersial dalam tiga tahun.
Humanoid robot juga hadir di booth AWE 2026, berfungsi sebagai host virtual yang memperkenalkan berbagai produk kepada pengunjung. Meski masih dalam tahap awal, kehadiran ini menunjukkan arah strategis perusahaan.
Peluncuran Global di San Francisco: DREAME NEXT 2026
Pada 27 hingga 30 April 2026, Dreame menggelar event empat hari di San Francisco bernama DREAME NEXT. Acara ini dibagi lima segmen: Drive Next untuk mobilitas cerdas, Living Next untuk peralatan rumah, Connect Next untuk perangkat personal, Self Next untuk perawatan diri premium, dan Humanity Next untuk diskusi teknologi masa depan.
Event ini menampilkan debut global Nebula NEXT 01 JET Edition, varian kendaraan dengan sistem roket. Sebastian Thrun, yang dianggap sebagai bapak kendaraan otonom modern, dikonfirmasi akan menghadiri peluncuran tersebut.
Yu Hao sendiri akan memberikan keynote utama. Sam Tong, PR manager Dreame, mengungkapkan bahwa idolanya adalah Elon Musk. Media China bahkan menyebutnya ingin menjadi versi Elon Musk dari Tiongkok.
Tantangan yang Mengintai di Depan
Ekspansi Dreame yang sangat agresif mengingatkan banyak pihak pada LeEco, perusahaan China yang membakar miliaran dolar dalam ambisi serupa namun akhirnya runtuh. Perluasan ke kategori seperti televisi, mobil, dan peralatan rumah tangga memerlukan infrastruktur korporat yang matang, sesuatu yang tidak bisa dibangun dalam semalam.
Persaingan di pasar smartphone global sudah sangat ketat, dengan Samsung, Apple, Xiaomi, dan OPPO menguasai lanskap. Pasar mobil listrik China sendiri dipimpin oleh BYD dan Tesla, sementara Xiaomi SU7 telah membuktikan bahwa pendatang baru bisa berhasil dengan investasi besar.
Dreame mengklaim memiliki 6.500 gerai ritel global yang akan mendukung peluncuran 300 pusat penjualan langsung dalam tiga tahun ke depan. Strategi manufaktur kontrak global juga dirancang untuk menghindari hambatan produksi aset berat tradisional.
Apakah Ini Mimpi yang Bisa Jadi Nyata?
Dreame telah membuktikan kemampuannya dalam satu hal: mengubah vacuum robot dari produk utilitas menjadi perangkat cerdas yang benar-benar mengubah kehidupan rumah tangga. L10S Ultra yang diluncurkan pada 2022 menjadi salah satu pioneer vacuum-mop combo dengan dock multifungsi yang kini menjadi standar industri.
Namun lompat dari lantai ke jalanan, ke orbit, dan ke saku pengguna adalah tantangan berbeda. Samsung sendiri butuh waktu puluhan tahun untuk bertransformasi dari perusahaan perdagangan ikan kering menjadi raksasa elektronik.
Yang jelas, Dreame tidak kekurangan dana, teknologi, atau mimpi. Apakah kombinasi ini cukup untuk menjadikannya raksasa teknologi global berikutnya, akan mulai terlihat pada event San Francisco pekan ini dan seterusnya. Dunia teknologi sedang menyaksikan sebuah eksperimen besar-besaran yang bisa mengubah lanskap industri secara fundamental.