Mythos Memaksa Trump Berdamai dengan Anthropic: Ketika Kecanggihan AI Mengalahkan Konflik Politik

Dua minggu lalu, Anthropic dan pemerintahan Trump masih berada di dua kubu perang yang berlawanan. Perusahaan AI asal San Francisco itu menggugat pemerintahan federal di dua pengadilan setelah Pentagon mencapnya sebagai "risiko rantai pasokan"—sebuah label yang biasanya dicap untuk perusahaan dari negara musuh. Presiden Trump sendiri sempat menyebut Anthropic sebagai perusahaan "radikal kiri yang tak terkendali" di Truth Social. Namun pada Selasa pekan ini, Trump duduk di kursi CNBC dan mengatakan hal yang berbeda: "Mereka sangat pintar. Saya suka orang pintar. Saya pikir kita akan baik-baik saja dengan mereka."

Apa yang merubah segalanya adalah Claude Mythos Preview, model AI paling canggih yang pernah dibangun Anthropic—and arguably model AI paling berbahaya yang pernah dibuat di planet ini.

Dari Musuh Menjadi Mitra dalam Dua Pekan

Konflik antara Anthropic dan administrasi Trump dimulai pada Maret 2026 ketika Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengeluarkan pernyataan bahwa kebijakan etika Anthropic membentuk risiko keamanan nasional. Label "supply chain risk" yang ditempelkan pada Anthropic melarang Departemen Pertahanan menggunakan produk perusahaan tersebut, dan Trump mengarahkan semua agensi sipil untuk "SEGERA MENGHENTIKAN" penggunaan teknologi Anthropic.

Anthropic membalas dengan menggugat di pengadilan federal California dan Washington D.C. Seorang hakim California memberikan injungsi sementara untuk menghentikan label tersebut, sementara panel pengadilan banding D.C. menolak permohonan Anthropic untuk penangguhan darurat. Konflik ini berlangsung sengit—sampai Anthropic merilis Mythos pada 7 April 2026.

Model yang dijuluki internally sebagai "Capybara" ini mampu menemukan kerentanan keamanan yang telah bersembunyi selama 27 tahun di OpenBSD, sebuah sistem operasi yang terkenal karena keamanannya. Mythos menemukan ribuan zero-day bugs di setiap sistem operasi dan browser utama secara otonom, tanpa bimbingan manusia. Biaya untuk menemukan bug berusia 27 tahun tersebut: 50 dolar dalam compute cost.

Dalam waktu dua minggu setelah rilis Mythos, Gedung Putih berubah haluan. CEO Anthropic Dario Amodei bertemu dengan Chief of Staff Susie Wiles dan Menteri Keuangan Scott Bessent di Gedung Putih untuk membahas cybersecurity. Wakil Presiden J.D. Vance melakukan panggilan telepon dengan Amodei dan pemimpin AI lainnya. Bahkan National Security Agency yang berada di bawah Pentagon—lembaga yang mengecap Anthropic sebagai risiko—dilaporkan menggunakan Mythos meskipun larangan tersebut.

Project Glasswing: Strategi Pertahanan yang Belum Pernah Ada

Anthropic tidak sekadar merilis model berbahaya lalu menarik diri. Mereka membangun sebuah koalisi bernama Project Glasswing dengan komitmen 100 juta dolar dalam usage credits dan 4 juta dolar donasi untuk keamanan open-source.

Dua belas organisasi besar menjadi partner peluncuran: Amazon Web Services, Apple, Broadcom, Cisco, CrowdStrike, Google, JPMorgan Chase, Microsoft, Nvidia, Palo Alto Networks, dan Linux Foundation, ditambah sekitar 40 organisasi infrastruktur kritis lainnya. Setiap organisasi mendapat akses terbatas ke Mythos untuk melakukan defensive cybersecurity work—mencari bug di software mereka sendiri, menguji apakah teknik hacking yang diketahui berfungsi melawan produk mereka, dan berbagi temuan dengan industri lebih luas.

Nama "Glasswing" diambil dari kupu-kupu sayap transparan, sebuah metafora untuk kerentanan software yang relatif tak terlihat sampai sesuatu menemukannya. Anthropic telah mengidentifikasi ribuan kerentanan high-severity melalui coordinated disclosure process. Bug tertua yang ditemukan: kerentanan 27 tahun di OpenBSD. Bug yang lolos dari 5 juta automated scan: exploit 16 tahun di FFmpeg.

"Kemampuan AI telah melewati ambang batas yang secara fundamental mengubah urgensi yang diperlukan untuk melindungi infrastruktur kritis dari ancaman siber, dan tidak ada jalan kembali," kata Anthony Grieco, SVP dan Chief Security Officer Cisco.

The Mythos Paradox: Senjata yang Sama untuk Bertahan dan Menyerang

Yang membuat Mythos berbeda dari model AI sebelumnya adalah kemampuannya untuk beroperasi secara agentik melalui multi-step tasks. Diberikan codebase, binary, atau spesifikasi sistem, Mythos akan memindai kelemahan, menghasilkan exploit proof-of-concept code, dan mengusulkan patch tanpa memerlukan manusia untuk membimbing setiap langkah.

Pada benchmark CyberGym untuk reproduksi kerentanan cybersecurity, Mythos Preview mencetak 83.1%. Claude Opus 4.6, model flagship sebelumnya, hanya mencetak 66.6% pada benchmark yang sama. Gap 16 poin ini bukan iterasi minor—ini adalah lompatan generasional dalam satu domain.

Yang lebih memprihatinkan: Anthropic secara eksplisit tidak melatih model ini untuk menjadi hacking tool. Dalam kata-kata mereka sendiri, kemampuan cybersecurity ini "muncul sebagai konsekuensi downstream dari perbaikan umum dalam coding, reasoning, dan autonomy." Sifat yang sama yang membuatnya lebih baik dalam patching kerentanan membuatnya secara substansial lebih mampu mengeksploitasi mereka. Ini adalah alignment paradox dalam bentuk nyata—bukan teori, tapi demonstrasi hidup.

Picus Security CTO Volkan Erturk membingkai masalah intinya dengan tepat: defenders bekerja pada kecepatan kalender sementara serangan terjadi pada kecepatan mesin. Mythos menemukan bug yang lolos selama 27 tahun. Sekarang bug itu telah di-patch. Tapi selama 27 tahun, setiap penyerang yang cukup canggih untuk menemukannya bisa mengeksploitasinya secara diam-diam. Mythos mewakili titik di mana bar "cukup canggih" jatuh secara dramatis—bukan ke level ahli manusia, tapi ke siapa pun yang memiliki akses ke model tersebut dan niat untuk menggunakannya.

Implikasi Geopolitik: Ketika Teknologi Mengalahkan Politik

Kisah Anthropic-Trump adalah studi kasus dalam bagaimana kekuatan teknologi frontier dapat memaksa rekonsiliasi politik bahkan ketika kedua belah pihak masih berperang di pengadilan.

Jessica Tillipman, associate dean di George Washington University Law School, mengamati dengan tajam: "Ini benar-benar terasa seperti pemerintung memotong hidungnya sendiri untuk menghina wajahnya." Pemerintah AS dalam posisi anomali—mencap perusahaan AI domestik terdepan sebagai ancaman sambil secara bersamaan berusaha mengakses teknologi tersebut untuk pertahanan federal.

Matt Mittelsteadt, senior researcher di Institute for AI Policy and Strategy, menambahkan argument untuk diversifikasi vendor: "Jika Anda tidak punya optionality, jika Anda menaruh semua telur dalam satu keranjang, maka Anda akan menemukan diri Anda terbatas. Diversity hampir pasti akan menjadi kunci."

Realitas yang tak terhindari adalah pasar model frontier sangat terkonsentrasi. Anthropic adalah salah satu dari segelintir perusahaan yang memproduksi model paling maju di negara tersebut—bersama OpenAI, Google DeepMind, dan mungkin xAI. Jika pemerintah AS memutus hubungan dengan Anthropic, mereka kehilangan akses ke salah satu dari mungkin empat atau lima model yang benar-benar mampu melakukan vulnerability discovery pada level ini.

Trump sendiri mengakui realitas ini pada CNBC: kesepakatan untuk menggunakan Anthropic di Departemen Pertahanan adalah "mungkin." Office of Management and Budget mengirim email ke pejabat pemerintah minggu lalu yang menyatakan agensi mungkin segera diizinkan menggunakan versi "modified" dari Mythos.

Apa Artinya Ini untuk Masa Depan AI

Claude Mythos Preview menandai ambang batas yang belum pernah dilintasi sebelumnya: AI yang dapat melakukan pekerjaan keamanan offensive secara otonom, pada skala, tanpa memerlukan manusia untuk membimbing setiap langkah. Keputusan Anthropic untuk tidak merilis model ini ke publik—dilengkapi dengan 244 halaman system card yang detail—adalah langkah yang belum pernah dilakukan lab AI manapun.

Tetapi pertanyaan fundamental tetap terbuka: apakah 52 organisasi dengan akses Mythos dapat mem-patch lebih cepat daripada aktor jahat dapat memindai? Dan apakah lab AI di negara lawan geopolitik sedang membangun model ekuivalen saat ini? Jawaban untuk pertanyaan terakhir hampir pasti ya.

Morgan Stanley dalam laporan "Intelligence Factory" mereka memproyeksikan kekurangan daya listrik bersih AS sebesar 9-18 gigawatt hingga 2028—defisit 12% hingga 25% dari daya yang dibutuhkan untuk menjalankan semua infrastruktur AI. Developer tidak menunggu grid mengejar: mereka mengubah operasi Bitcoin mining menjadi pusat komputasi high-performance, menyalakan turbin gas alam, dan mendeploy fuel cells.

Efek guncangan ekonomi tidak berhenti di infrastruktur. Morgan Stanley memprediksi "Transformative AI" akan menjadi kekuatan deflasi yang kuat, saat tools AI mereplikasi pekerjaan manusia dengan biaya sebagian kecil. OpenAI CEO Sam Altman membayangkan perusahaan baru yang dibangun oleh hanya 1-5 orang yang dapat mengalahkan incumbent besar.

Tapi kisah Mythos dan Trump mengingatkan kita pada hal lain: bahkan di era AI yang hyper-accelerated, politik tetap bergerak pada kecepatan manusia. Dan terkadang, teknologi yang terlalu kuat untuk diabaikan dapat memaksa rekonsiliasi yang bahkan pengadilan federal tidak dapat lakukan.