Oppo Find X9 Ultra: Kembali ke Zona 10x dan Pertanyaan soal Kebutuhan
Oppo Find X9 Ultra resmi meluncur secara global pada 21 April 2026, membawa sesuatu yang tidak terlihat di smartphone flagship selama tiga tahun terakhir: lensa telephoto 10x optik. Setelah Samsung menghentikan format tersebut sejak Galaxy S23 Ultra, Oppo memutuskan untuk menghidupkan kembali perang jarak jauh dalam dunia fotografi mobile. Langkah ini menarik perhatian penggemar teknologi kamera, tapi juga memunculkan pertanyaan mendasar: apakah konsumen benar-benar membutuhkannya?
Dominic Preston dari The Verge dalam review lengkapnya menyebut Find X9 Ultra sebagai ponsel yang sebenarnya akan lebih baik tanpa lensa 10x tersebut. Pernyataan ini mencerminkan dinamika kompleks dalam persaingan smartphone ultra-premium tahun 2026, di mana produsen saling kejar dalam spesifikasi kamera meski tidak semua fitur benar-benar berguna dalam penggunaan nyata.
---
Spesifikasi dan Desain yang Menggoda
Find X9 Ultra hadir dengan harga £1.449 atau sekitar $1.960 untuk varian 12GB RAM dan 512GB storage. Ponsel ini akan mulai dikirim ke konsumen Eropa dan Inggris mulai 8 Mei 2026, menandai pertama kalinya Oppo meluncurkan seri Ultra secara bersamaan di pasar global dan China. Strategi ini menunjukkan ambisi Oppo untuk bersaing langsung dengan dominasi Apple dan Samsung di segmen ultra-premium.
Dari sisi material, Find X9 Ultra dilindungi Gorilla Glass Victus 2 pada layarnya dan memiliki sertifikasi ketahanan gabungan IP66, IP68, serta IP69. Artinya ponsel ini tahan debu, bisa bertahan dalam air, dan bahkan mampu menahan semprotan air bertekanan tinggi serta suhu ekstrem. Di dalamnya, Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 menggerakkan seluruh sistem, dipadukan dengan baterai silikon-karbon berkapasitas 7.050mAh yang mampu bertahan lebih dari satu hari pemakaian intensif.
Dukungan pengisian daya mencapai 100W melalui teknologi proprietary SuperVooc milik Oppo, sementara pengisian standar USB-PD masih bisa mencapai 55W. Dari sisi software, Oppo menjanjikan lima update sistem operasi Android utama dan enam tahun patch keamanan, standar yang kini menjadi ekspektasi minimum di segmen flagship.
---
Estetika Kamera Retro yang Memukau
Oppo berhasil menciptakan desain yang menonjol di pasar yang semakin seragam. Varian tundra umber yang diuji The Verge secara eksplisit mengadaptasi estetika kamera retro, dengan panel belakang berbahan vegan leather yang dibagi dua seolah-olah meniru bodi kamera klasik. Logo Oppo dan Hasselblad dipasang secara horizontal, menguatkan kesan bahwa perangkat ini memang didesain untuk digunakan dalam orientasi lanskap.
Aksen oranye pada ring kamera dan tombol shutter menjadi penghormatan terhadap warna ikonik Hasselblad, meski varian canyon orange yang tersedia sebenarnya lebih terinspirasi oleh estetika Apple. Satu-satunya pilihan desain yang menuai kritik adalah efek heksagonal pada tepi kaca kamera, yang dianggap bertabrakan dengan kesederhanaan keseluruhan bodi ponsel. Dalam konteks ini, desain Find X9 Ultra dinilai lebih berhasil daripada pendekatan Xiaomi pada 17 Ultra Leitzphone.
---
Sistem Kamera: Luar Biasa, Kecuali yang Satu Ini
Oppo memasang empat kamera belakang plus satu kamera depan 50MP. Konfigurasi belakang terdiri dari kamera utama 200MP, telephoto 3x 200MP, ultrawide 50MP, dan telephoto 10x 50MP. Semua lensa mendukung perekaman video 4K 60fps dengan Dolby Vision HDR, termasuk kamera depan.
Kamera utama dan telephoto 3x menggunakan sensor yang lebih besar dan bukaan lebih lebar dibanding kebanyakan pesaing. Sensor utama berukuran 1/1,12 inci dengan bukaan f/1.5, sementara telephoto 70mm setara menggunakan sensor 1/1,28 inci dengan bukaan f/2.2. Hasilnya adalah foto yang kaya detail, rentang dinamis luas, tajam di siang hari, dan terekspos dengan baik dalam kondisi minim cahaya.
Mode Hasselblad Master menambah kontrol profesional dan memungkinkan shooting RAW di semua lensa dengan kedalaman warna 16-bit. Sembilan simulasi film tersedia, ditambah tuning default Hasselblad yang mengurangi vibransi dan HDR agar hasil terlihat lebih natural. Preston menyebut bahwa ia awalnya frustrasi dengan tampilan oversaturated dari kamera default, lalu menyadari bahwa mode Hasselblad-lah yang seharusnya menjadi pilihan utama.
---
Lensa 10x: Teknologi Hebat dengan Konteks Penggunaan Terbatas
Lensa telephoto 230mm setara ini merupakan yang pertama sejak Samsung meninggalkan format serupa. Oppo mengklaim sensor 1/2,75 inci yang lebih besar, bukaan f/3.5 yang lebih cepat, dan desain periskop quintuple prism baru memberikan tiga kali lipat penangkapan cahaya dibandingkan lensa 10x Galaxy S23 Ultra. Detail memang tajam, warna vibrant, dan performa dalam cahaya redup sedikit lebih baik dari ekspektasi untuk ukuran lensa sekecil ini.
Namun inilah masalah utamanya: lensa ini adalah satu-satunya dari kelima kamera yang menunjukkan keterbatasan bermakna. Subjek bergerak cenderung menghasilkan foto kabur dan soft. Penyetelan warna tidak konsisten antar foto, bahkan terlihat tidak selaras dengan kamera lain di ponsel yang sama. Sumber cahaya langsung sering overexposed.
Dalam penggunaan nyata, Preston mengaku hampir tidak pernah meraih lensa 230mm ini. Situasi yang memang membutuhkan zoom ekstrem seperti pertandingan sepak bola, konser, atau acara demolition derby justru melibatkan subjek bergerak cepat dan pencahayaan tricky, persis di mana lensa ini kesulitan. Fakta bahwa separuh foto 10x yang diambil bahkan tidak menggunakan lensa dedicated karena ponsel otomatis beralih ke lensa 3x tergantung kondisi cahaya dan jarak fokus, semakin memperkuat argumen bahwa fitur ini mungkin tidak perlu ada.
---
Perbandingan dengan Solusi Alternatif
Menariknya, solusi yang justru lebih efektif datang dari aksesori tambahan. Oppo sendiri menjual lensa telephoto extender 300mm dan grip kamera bermerek Hasselblad secara terpisah. Dalam perbandingan langsung, Find X9 Pro yang dipasangkan extender 230mm menghasilkan foto yang lebih baik secara konsisten dibandingkan lensa bawaan 10x Find X9 Ultra.
Vivo dengan X300 Ultra juga menawarkan pendekatan serupa melalui lensa extender 200mm dan 400mm yang baru diuji Allison Johnson dari The Verge. Meski lebih besar dan kurang praktis, kualitas yang dihasilkan jauh lebih bisa diandalkan untuk memotret penyanyi yang bergerak di panggung konser yang remang-remang, atau pemain sepak bola yang sprint dari kejauhan.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apa yang dikorbankan Oppo untuk memasukkan lensa 10x ini. Tanpa lensa tersebut, kemungkinan besar ponsel ini bisa menawarkan sensor yang lebih besar pada kamera lain, baterai dengan kapasitas lebih tinggi, atau harga yang lebih terjangkau.
---
Implikasi untuk Industri Smartphone 2026
Keputusan Oppo menghidupkan kembali lensa 10x mencerminkan tekanan persaingan di segmen ultra-premium. Ketika spesifikasi sudah seragam di hampir semua aspek, produsen terpaksa mencari diferensiator. Kamera menjadi medan perang utama karena itulah yang paling mudah diukur dan dipasarkan.
Tapi Find X9 Ultra juga mengingatkan bahwa spesifikasi di atas kertas tidak selalu berarti pengalaman yang lebih baik. Konsumen makin sadar bahwa megapixel dan zoom factor adalah angka pemasaran yang tidak selalu sejalan dengan kebutuhan aktual. Dalam era di mana Xiaomi 17 Ultra meluncur dengan kamera 200MP dan zoom optik kontinu, serta Dreame mengembangkan ekosistem dari vacuum robot hingga smartphone dan robot humanoid, inovasi sejati terletak pada solusi yang benar-benar menjawab masalah pengguna, bukan sekadar menambah angka pada spesifikasi.
Preston menyimpulkan bahwa Find X9 Ultra adalah ponsel hebat, tapi versi tanpa lensa 10x kemungkinan akan jauh lebih baik. Evaluasi ini mencerminkan pendekatan jurnalisme teknologi yang lebih kritis terhadap tren industri yang seringkali didorong oleh hype daripada kebutuhan nyata. Bagi calon pembeli, pertanyaan yang perlu dijawab bukanlah seberapa jauh zoom yang ditawarkan, melainkan apakah fitur tersebut akan benar-benar digunakan dalam keseharian.