Elon Musk mengumumkan berita yang menandai akhir satu era dalam sejarah otomotif listrik. Pesanan kustom Tesla Model S dan Model X telah ditutup secara resmi, dan menurut data dari EV-CPO, hanya tersisa sekitar 295 unit Model S serta 301 unit Model X dalam inventaris global yang tersebar hampir seluruhnya di Amerika Serikat. Produksi di pabrik Fremont, California, yang selama lebih dari satu dekade menjadi rumah bagi kendaraan premium tersebut, kini akan dialihkan untuk memproduksi robot humanoid Optimus. Langkah ini bukan sekadar discontinuasi model lama melainkan transformasi strategis total dari sebuah perusahaan mobil listrik menjadi entitas robotika dan kecerdasan buatan.
Mengapa Model S dan X Harus Pergi
Penjualan kedua model ini telah menunjukkan tren penurunan yang konsisten sejak puncaknya pada tahun 2017 dengan 101.312 unit. Pada tahun 2025, kategori "Other Models" yang mencakup Model S, X, Cybertruck, dan Semi hanya mencatat 50.850 unit pengiriman dari total 1,63 juta kendaraan Tesla secara global. Model S yang pernah menjadi sedan listrik terlaris dunia pada 2015 dan 2016 kini kalah pamor dibandingkan Model 3 dan Model Y yang lebih terjangkau. Tesla memang berhenti memisahkan angka penjualan S dan X sejak 2023, sebuah langkah yang dinilai Electrek sebagai upaya menyembunyikan kehancuran permintaan.
Fremont Beralih dari Pabrik Mobil ke Pabrik Robot
Keputusan paling kontroversial dari penghentian ini bukanlah pada kendaraan itu sendiri melainkan pada penggunaan ulang lantai produksi. Daripada mengembangkan generasi berikutnya Model S untuk bersaing dengan Mercedes EQS atau Porsche Taycan, Tesla memilih mengubah jalur perakitan Fremont menjadi fasilitas produksi robot humanoid Optimus. Wakil Presiden Lars Moravy telah mengonfirmasi bahwa Tesla bergerak menuju model "transportation as a service" daripada penjualan kendaraan tradisional. Ini berarti sebuah pabrik mobil yang ikonik kini akan menghasilkan mesin humanoid, sebuah perubahan yang sangat radikal dalam industri manufaktur.
Cybercab Menggantikan Sedan Premium
Bukan mobil listrik baru yang mengisi kekosongan ditinggalkan Model S dan X melainkan Cybercab, kendaraan otonom dua penumpang tanpa setir dan pedal yang pertama kali diperkenalkan sebagai konsep pada Oktober 2024. Menurut laporan mendalam TechCrunch tentang akhir era Model S dan X, produksi massal Cybercab dimulai pada April 2026 di pabrik Austin, Texas. Kendaraan ini dirancang khusus untuk layanan robotaxi dengan biaya operasional yang diperkirakan mencapai 0,20 dolar per mil. Elon Musk memperkirakan kurang dari lima persen perjalanan di masa depan akan dilakukan dengan pengemudi manusia, mungkin serendah satu persen.
Tantangan Regulasi di Depan Mata
Cybercab menghadapi hambatan regulasi yang signifikan sebelum bisa beroperasi di jalan raya. Standar keselamatan kendaraan federal Amerika Serikat mensyaratkan adanya setir dan pedal pada kendaraan, dan belum ada bukti bahwa Tesla telah mengajukan permohonan pengecualian ke National Highway Traffic Safety Administration. Perusahaan Zoox yang dimiliki Amazon telah mendapatkan pengecualian serupa untuk robotaxi tanpa setirnya, namun proses untuk operasi komersial masih berlangsung. Sementara itu, Tesla juga harus mendapatkan izin di tingkat negara bagian seperti California untuk mengoperasikan dan memungut biaya dari robotaksi tanpa pengemudi.
Implikasi Jangka Panjang bagi Industri Otomotif
Penghentian Model S dan X serta pengalihan fokus ke Cybercab dan Optimus mengirimkan sinyal kuat ke seluruh industri. Tesla menaikkan panduan belanja modal tahun 2026 menjadi lebih dari 25 miliar dolar, hampir tiga kali lipat dari 9 miliar dolar pada 2025. Angka tersebut menunjukkan komitmen serius meskipun analis memperingatkan bahwa ini memasuki fase investasi modal besar yang berlangsung beberapa tahun sebelum pendapatan dari AI benar-benar material. Tesla telah meluncurkan layanan Robotaxi di Dallas dan Houston pada kuartal pertama 2026 dengan rencana ekspansi ke selusin negara bagian menjelang akhir tahun.
---
Tesla telah menempuh perjalanan panjang sejak Model S pertama menggulir dari jalur produksi Fremont pada Juni 2012. Selama 14 tahun, lebih dari 610.000 unit Model S dan X telah diproduksi, membuka jalan bagi revolusi kendaraan listrik global. Namun bagi Elon Musk, kenangan masa lalu tidak cukup untuk menahan ambisi masa depan. Dalam sebuah unggahan di X, Musk menulis dengan nada yang jarang ditampilkan secara publik: "Kami akan mengadakan upacara resmi untuk menandai akhir sebuah era. Saya menyukai mobil-mobil itu." Pernyataan tersebut mengonfirmasi bahwa bagi pendiri Tesla, perpisahan ini bukan sekadar keputusan bisnis melainkan momen emosional yang menandai transformasi fundamental identitas perusahaan dari pembuat mobil ke arsitek otonomi dan robotika. Analisis Electrek mengenai sisa inventaris dan tren penurunan penjualan menunjukkan bahwa bagi konsumen yang masih ingin memiliki Model S atau X, sekitar 600 unit terakhir ini mewakili potongan sejarah EV yang tidak akan terulang.
Bagi pembaca yang ingin memahami arah strategi Tesla ke depan, artikel terkait produksi massal Cybercab tanpa setir dan pedal telah kami publikasikan dengan analisis teknis mendalam. Demikian pula chip AI5 Tesla yang mendukung robot Optimus dan superkomputer memberikan gambaran infrastruktur komputasi di balik transformasi ini.