Waymo Mulai Uji Coba Robotaxi di London, Siap Meluncur Komersial 2026
Waymo, perusahaan robotaxi milik Alphabet, telah memulai pengujian kendaraan otonom di jalan umum London sebagai persiapan peluncuran layanan komersialnya tahun ini. Menurut laporan TechCrunch, ini menandai langkah penting ekspansi Waymo ke pasar internasional setelah dominasi di berbagai kota Amerika Serikat.
Fase pengujian saat ini melibatkan armada sekitar 100 unit Jaguar I-Pace listrik yang dilengkapi sistem pengemudi otomatis Waymo. Meski kendaraan sudah beroperasi secara mandiri, setiap unit masih memiliki operator keselamatan manusia di belakang kemudi selama fase pengujian ini. Waymo menguji armadanya di area seluas sekitar 100 mil persegi di London, mencakup berbagai skenario lalu lintas dan kondisi jalan yang khas kota tersebut.
Dmitri Dolgov, co-CEO Waymo, mengumumkan milestone ini melalui postingan LinkedIn dengan optimisme tinggi. Ia menyatakan bahwa inti AI pengemudi Waymo beradaptasi sangat baik dengan kondisi lokal London. Pengujian otonom kini berlangsung dengan spesialis di belakang kemudi saat tim menguasai nuansa lokal dan memvalidasi performa di jalan Inggris, sebuah langkah krusial menuju penempatan tanpa pengemudi.
Persaingan Ketat di Pasar Robotaxi Eropa
London bukan satu-satunya kota yang menjadi target ekspansi Waymo. Perusahaan juga sedang menguji layanan serupa di Tokyo. Namun, kedua pasar ini akan menghadirkan persaingan sengit dari pesaing lokal. Wayve, startup teknologi kendaraan otonom asal Inggris, bekerja sama dengan Uber juga merencanakan peluncuran layanan robotaxi sepenuhnya tanpa pengemudi di London. Ketiga pihak bahkan telah menandatangani kesepakatan pada Maret lalu untuk program pilot di Tokyo pada akhir 2026.
Jika Waymo mengikuti pola ekspansi yang telah dilakukan di kota-kota AS, perusahaan akan melakukan pengujian tanpa pengemudi terlebih dahulu, kemudian mengizinkan karyawan internal mencoba layanan sebelum membuka akses publik untuk memesan robotaxi. Perluasan ini mirip dengan strategi Tesla Cybercab yang juga menargetkan produksi massal pada 2026. Rencana peluncuran layanan komersial di London tahun 2026 bergantung pada finalisasi proses persetujuan dari pemerintah Inggris terkait operasi kendaraan otonom.
Investasi dan Infrastruktur Lokal
Waymo menegaskan komitmennya terhadap pasar Inggris dengan investasi signifikan. Perusahaan sedang merekrut tenaga kerja lokal dan mendirikan beberapa pusat layanan kendaraan otonom di seluruh London. Selain itu, Waymo juga berkolaborasi dengan layanan darurat setempat untuk memastikan integrasi yang aman dan efektif dengan infrastruktur kota.
Kehadiran Waymo di Inggris sebenarnya bukan hal baru. Pada 2019, perusahaan mengakuisisi Latent Logic, startup yang bermula dari departemen ilmu komputer Universitas Oxford. Startup tersebut menggunakan teknik machine learning bernama imitation learning untuk membuat simulasi mobil self-driving lebih realistis. Sebagai bagian dari akuisisi tersebut, Waymo juga membuka pusat rekayasa di Oxford.
Saat ini, Waymo mengoperasikan lebih dari 3.000 robotaxi di 11 kota secara komersial, termasuk Atlanta, Austin, Los Angeles, Phoenix, dan San Francisco Bay Area. Armada ini kemungkinan telah berkembang dengan penambahan kendaraan model minivan dari Zeekr. Ekspansi ke London membuka babak baru persaingan global di sektor mobilitas otonom yang semakin memanas.