Uber Mulai Uji Coba Robotaxi Premium di San Francisco: Perjalanan dari Aplikasi ke Armada Otonom

Uber memasuki fase kritis dalam perjalanannya menuju mobilitas otonom. Pada 13 April 2026, perusahaan tersebut mengumumkan bahwa karyawan Uber telah mulai menggunakan layanan robotaxi melalui aplikasi Uber di San Francisco. Kendaraan yang digunakan adalah SUV listrik Lucid Gravity yang dilengkapi sistem mengemudi otonom Level 4 dari Nuro. Meski masih dalam tahap pengujian internal dengan operator keselamatan manusia di kursi pengemudi, langkah ini menandai transisi dari konsep menjadi operasional nyata.

Nuro, pengembang teknologi otonom yang bekerja sama dengan Uber dan Lucid, menyebutkan dalam blog resminya bahwa kendaraan ini beroperasi dalam mode otonom penuh dengan pengawasan manusia sebagai cadangan. Pengujian ini bertujuan mengevaluasi bagaimana sistem autonomi, kendaraan, dan pengalaman penumpang berinteraksi dalam lingkungan operasional nyata. Salah satu fokus utama adalah menguji kemampuan kendaraan dalam menangani proses penjemputan dan pengantaran penumpang, yang dikenal sebagai operasi paling rumit dalam layanan taksi otonom.

---

Investasi Besar Uber di Masa Depan Otonom

Pengujian di San Francisco ini merupakan bagian dari strategi besar Uber yang melibatkan komitmen finansial lebih dari 10 miliar dolar AS. Menurut laporan Financial Times yang dikutip oleh Smart Cities Dive, sekitar 7,5 miliar dolar AS dialokasikan untuk pengadaan armada robotaxi dan 2,5 miliar dolar AS untuk investasi ekuitas di berbagai pengembang teknologi otonom. Kerja sama dengan Lucid dan Nuro adalah salah satu pilar utama dari strategi ini.

Hubungan bisnis antara ketiga perusahaan ini dimulai pada Juli 2025 ketika Uber menginvestasikan 300 juta dolar AS ke Lucid Motors dan berencana membeli minimal 20.000 unit Lucid Gravity selama enam tahun ke depan. Investasi itu kemudian meningkat menjadi 500 juta dolar AS dengan total pesanan kendaraan mencapai minimal 35.000 unit. Selain itu, Uber juga mengalokasikan dana multi-ratus-juta dolar AS ke Nuro untuk mengamankan lisensi teknologi Nuro Driver. Tidak berhenti di situ, Uber juga mengucurkan investasi hingga 1,25 miliar dolar AS ke Rivian untuk pengembangan robotaxi berbasis SUV R2.

---

Spesifikasi Teknologi di Balik Lucid Gravity Robotaxi

Lucid Gravity yang digunakan dalam proyek ini bukan sekadar SUV listrik biasa. Kendaraan ini dilengkapi dengan perangkat keras persepsi canggih yang mencakup kamera resolusi tinggi, sensor lidar solid-state, dan radar. Semua sensor ini diproses oleh komputer Nvidia Drive AGX Thor, salah satu platform komputasi otonom paling canggih yang tersedia saat ini. Kombinasi ini memungkinkan sistem Nuro Driver untuk memahami lingkungan sekitar secara detail dan mengambil keputusan mengemudi secara real-time.

Nuro saat ini memiliki 100 unit Lucid Gravity yang telah dimodifikasi dengan sistem mengemudi mandiri dalam armada rekayasa mereka. Kendaraan-kendaraan ini digunakan untuk mengumpulkan data dunia nyata dan menguji kemampuan mengemudi otonom di berbagai kota dan negara bagian di Amerika Serikat. Produksi massal kendaraan robotaxi ini dijadwalkan akan dimulai pada akhir 2026, dengan peluncuran komersial pertama direncanakan untuk wilayah San Francisco Bay Area.

---

Mengapa Uber Berubah dari Model Asset-Light

Keputusan Uber untuk memiliki dan mengoperasikan armada robotaxi sendiri menandai perubahan signifikan dari model bisnis semula yang mengandalkan pengemudi mitra dengan kendaraan pribadi. Menurut analisis dari S&P Global, Uber kini beralih ke model hibrida yang menjadikannya sebagai integrator platform sekaligus pemilik infrastruktur kendaraan. Langkah ini didorong oleh persaingan yang semakin ketat dari Waymo, anak perusahaan Alphabet yang kini beroperasi di 11 kota Amerika dan menyediakan lebih dari 500.000 perjalanan otonom setiap minggunya.

Dengan memiliki armada sendiri, Uber dapat mengurangi biaya jangka panjang yang selama ini menjadi beban utama, yaitu pembagian pendapatan dengan pengemudi. Kendaraan listrik juga menawarkan biaya perawatan dan energi yang lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional. Lebih penting lagi, Uber dapat memastikan ketersediaan kendalaan 24 jam sehari, tidak seperti pengemudi manusia yang memiliki keterbatasan waktu. Data perjalanan dan pengguna yang telah dikumpulkan Uber selama bertahun-tahun memberikan keunggulan operasional yang sulit ditiru oleh pesaing.

---

Implikasi untuk Industri Mobilitas Global

Peluncuran robotaxi Uber-Lucid-Nuro bukan sekadar penambahan layanan baru. Ini merupakan sinyal bahwa industri mobilitas sedang mengalami restrukturisasi fundamental. Perusahaan-perusahaan yang sebelumnya fokus pada pengembangan teknologi otonom kini berlomba membentuk aliansi strategis untuk mempercepat komersialisasi. Wayve, startup autonomous driving asal Inggris yang mendapat investasi 60 juta dolar AS dari AMD, Arm, dan Qualcomm, menunjukkan bagaimana ekosistem ini terus berkembang melibatkan berbagai pemain teknologi.

Uber sendiri telah menetapkan target ambisius untuk menjadi facilitator perjalanan otonom terbesar di dunia pada 2029. Perusahaan berencana menghadirkan layanan robotaxi di 15 kota pada akhir 2026 dan memperluasnya ke 28 kota pada 2028. Jika rencana ini berhasil, dampaknya akan meluas ke berbagai sektor mulai dari asuransi, peraturan lalu lintas, hingga pasar kerja pengemudi. Pengujian di San Francisco ini mungkin terlihat kecil, tetapi ini bisa jadi titik balik yang menentukan bagaimana manusia akan berpindah dari satu tempat ke tempat lain di dekade mendatang.

---

Sumber: TechCrunch, Smart Cities Dive, S&P Global